PKH

PROGRAM KELUARGA HARAPAN
(PKH)

Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga dan/atau seseorang miskin dan rentan yang terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin, diolah oleh Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial dan ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH.

Tujuan PKH :

  1. Untuk meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat melalui akses layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial
  2. Mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan
  3. Menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian keluarga penerima manfaat dalam  mengakses layanan kesehatan dan pendidikan serta kesejahteraan sosial
  4. Mengurangi kemiskinan dan kesenjangan
  5. Mengenalkan manfaat produk dan jasa keuangan formal kepada keluarga penerima manfaat

Sasaran PKH :

  1. Keluarga dan/atau seseorang yang miskin dan rentan serta terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin
  2. PKH Akses, merupakan keluarga dan/atau seseorang yang miskin dan rentan di wilayah pesisir dan pulau kecil; daerah tertinggal/terpencil; atau perbatasan antarnegara
  3. Memiliki kriteria komponen kesehatan, meliputi :
  4. Ibu hamil/menyusui
  5. Anak berusia 0 (nol) sampai dengan 6 (enam) tahun
  6. Memiliki kriteria komponen pendidikan, meliputi :
  7. Anak sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah atau sederajat
  8. Anak sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah atau sederajat
  9. Anak sekolah menengah atas/madrasah Aliyah atau sederajat
  10. Anak usia 6 (enam) sampai 21 (dua puluh satu) tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 (dua belas) tahun
  11. Memiliki kriteria komponen kesejahteraan sosial, meliputi :
  12. Lanjut usia mulai dari 60 (enam puluh) tahun
  13. Penyandang disabilitas diutamakan penyandang disabilitas berat

Keluarga penerima manfaat PKH berhak mendapatkan :

  1. Bantuan sosial PKH
  2. Pendampingan PKH
  3. Pelayanan di fasilitas kesehatan, pendidikan, dan/atau kesejahteraan sosial
  4. Program bantuan komplementer di bidang kesehatan, pendidikan, subsidi energy, ekonomi, perumahan, dan pemenuhan kebutuhan dasar lainnya

Keluarga penerima manfaat PKH berkewajiban untuk :

  1. Memeriksakan kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan sesuai dengan protocol kesehatan bagi ibu hamil/menyusui dan anak berusia 0 (nol) sampai dengan 6 (enam) tahun
  2. Mengikuti kegiatan belajar dengan tingkat kehadiran paling sedikit 85% (delapan puluh lima persen) dari hari belajar efektif bagi anak usia sekolah wajib belajar 12 (dua belas) tahun
  3. Mengikuti kegiatan di bidang kesejahteraan sosial sesuai dengan kebutuhan bagi keluarga yang memiliki komponen lanjut usia mulai dari 60 (enam puluh) tahun dan/atau penyandang disabilitas berat

Sumber Daya Manusia PKH terdiri dari :

  1. Penasihat nasional
  2. Tenaga bantuan teknis
  3. Tenaga ahli
  4. Koordinator regional
  5. Koordinator wilayah
  6. Koordinator daerah kabupaten / kota
  7. Supervisor pekerjaan sosial
  8. Pendamping sosial
  9. Asisten pendamping sosial
  10. Administrator pangkalan data

Mekanisme pelaksanaan PKH dilakukan melalui tahapan :

  1. Perencanaan
  2. Penetapan calon peserta PKH
  3. Validasi data calon penerima manfaat PKH
  4. Penetapan keluarga penerima manfaat PKH
  5. Penyaluran bantuan sosial PKH
  6. Pendampingan PKH
  7. Peningkatan kemampuan keluarga
  8. Verifikasi komitmen keluarga penerima manfaat PKH
  9. Pemutakhiran data keluarga penerima manfaat PKH
  10. Transformasi kepesertaan PKH