PSM

PEKERJA SOSIAL MASYARAKAT (PSM)

Pekerja Sosial Masyarakat adalah seseorang sebagai warga masyarakat yang mempunyai jiwa pengabdian sosial, kemauan, dan kemampuan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial, serta telah mengikuti  bimbingan atau pelatihan di bidang kesejahteraan sosial. PSM diadakan dalam rangka memberikan kesempatan seluas – luasnya kepada warga masyarakat untuk berperan dalam melaksanakan penyelenggaraan kesejahteraan sosial dan meningkatkan kepedulian warga masyarakat dalam menangani masalah sosial.

LANDASAN PEMBENTUKAN PSM

  1. Undang–Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
  2. Undang–Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin
  3. Undang–Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerja Sama Daerah
  6. Permensos RI Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pekerja Sosial Masyarakat (PSM)
  7. Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 4/HUK/1985 tentang Seragam Pekerja Sosial Masyarakat (PSM)
  8. Keputusan Walikota Salatiga Nomor 220/479/2018 Tahun 2018 tentang Pengukuhan Kepengurusan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat Kota Salatiga Masa Bakti Tahun 2018 – 2023

TUJUAN PEMBENTUKAN PSM

Tujuan diadakannya PSM adalah :

  1. terwujudnya kehidupan masyarakat yang berkesejahteraan sosial;
  2. terwujudnya masyarakat yang memiliki keberfungsian sosial yang mampu memenuhi kebutuhannya secara mandiri; dan
  3. tertanganinya masalah sosial.

SASARAN PSM

Sasaran kerja PSM adalah 26 jenis Penyandang Masalah Kesejateraan Sosial (PMKS) yaitu : anak balita terlantar; anak terlantar; Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH); anak jalanan; Anak Dengan Kedisabilitasan (ADK); anak yang menjadi korban tindak kekerasan; anak yang memerlukan perlindungan khusus; lanjut usia terlantar; penyandang disabilitas; tuna susila; gelandangan; pengemis; pemulung; kelompok minoritas; Bekas Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (BWBLP); Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA); korban penyalahgunaan NAPZA; korban trafficking;korban tindak kekerasan; Pekerja Migran Bermasalah Sosial (PMBS); korban bencana alam; Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE); fakir miskin; keluarga bermasalah sosial psikologis; dan Komunitas Adat Terpencil (KAT).

FUNGSI PSM DALAM PENYELENGGARAAN KESEJAHTERAAN SOSIAL

  1. sebagai perencana dan inisiator program;
  2. sebagai pelaksana dan pengorganisasian program;
  3. sebagai pengembang kemitraan dan peningkatan kerjasama; dan
  4. sebagai pengendali program

JENIS PELAYANAN PSM

  1. pendampingan sosial;
  2. penyuluh sosial;
  3. informasi;
  4. konsultasi;
  5. mediasi;
  6. jenis – jenis pelayanan sosial lainnya

MITRA KERJA

  1. Sakti Peksos (Satuan Bakti Pekerja Sosial)
  2. Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK)
  3. Karang Taruna
  4. Taruna Siaga Bencana (Tagana)
  5. Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH)
  6. Lembaga Kesejateraan Sosial (LKS)
  7. Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3)
  8. Lembaga terkait lainnya